Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 02 Mei 2017, 15:15 WIB

Mobil Pedesaan Bisa Bantu Pascapanen

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil Pedesaan Bisa Bantu Pascapanen Mobil desa ala mahasiswa (Foto: M Luthfi Andika)
Jakarta -

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan program mobil pedesaan. Harapannya, mobil pedesaan ini bisa membantu produktivitas masyarakat desa.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo, mobil pedesaan bisa saja membantu pascapanen di desa-desa. Apalagi, mobil pedesaan juga akan mendapatkan insentif pajak dari pemerintah.

"Saya enggak berhak mempromosikan, karena itu ranahnya industri. Jadi saya ajak semua pengusaha pakan ke Menteri Perindustrian, supaya Menteri Perindustrian mengajukan insentif untuk pajak ke Kementerian Keuangan. Yang dibutuhkan adalah insentif untuk industri pascapanen," kata Eko saat berkunjung ke markas detikcom di Warung Buncit, Jakarta, Selasa (2/4/2017).

Hal itu, kata Eko, diperlukan agar industri pascapanen lebih agresif masuk ke desa-desa. "Jangan sampai produksi banyak, negara enggak punya uang buat bikin pascapanen. Itu mesti paralel," ujarnya.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan pernah mengatakan, jenis mobil pedesaan akan disesuaikan dengan fungsinya. Bisa berbentuk pikap atau model lainnya.

"Pikap bisa, tidak pakai pikap bisa. Ada yang cuma sasis dipasangi alat mesin pertanian. Jadi bentuknya beda-beda tergantung fungsinya nanti. Jadi semacam kendaraan," kata Putu beberapa waktu lalu.

Putu menambahkan, alat mesin pertanian yang bisa dipadukan dengan mobil pedesaan antara lain mesin perontok padi, penggiling biji-bijian hingga mesin pengolah sampah. Kombinasi antara mobil dan alat mesin pertanian akan mengurangi kendaraan modifikasi yang berseliweran di desa.

"Kalau dilihat kan kebanyakan orang desa yang punya alat pertanian, dengan alat pertanian itu dia rekayasa jadi kendaraan sehingga kendaraannya yang tidak layak jalan tetap dijalankan, jadi bisa membahayakan," kata Putu.

Mobil pedesaan akan menggunakan 100% komponen dalam negeri. Termasuk juga dengan mesin yang diproduksi oleh salah satu pabrikan otomotif di Indonesia.

Rencananya, mobil pedesaan akan dipatok dengan harga sekitar Rp 60 jutaan. Itu akan disesuaikan dengan kombinasinya, apakah alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) atau yang lain. (rgr/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed